Kabut Dendam Sang Pendekar
Di era Dinasti Daza, kasim Rudi membantai Gunung Putih, mengubah nasib Arif. Diselamatkan Budi, ia latih diri 15 tahun hingga Tingkat Surga Atas, lalu balas dendam. Kak Siti gugur di Sekte Merah. Dengan Fajar, ia selamatkan Rizky, berhasil melawan takdir.
Rekomendasi untuk Anda





Fajar vs. Sang Pemberontak
Fajar datang dengan tenang, helmnya berkilau di bawah sinar matahari, namun matanya dingin seperti baja. Lawannya? Sang Pemberontak dengan rambut merah dan tatapan penuh luka. Konfrontasi ini bukan sekadar duel—ini pertarungan antara aturan dan kekacauan. Kabut Dendam Sang Pendekar benar-benar memukau! 🪖🔥
Lina & Arif: Buronan yang Jadi Legenda
Poster buronan Lina dan Arif muncul dengan gaya klasik, tetapi ekspresi mereka di layar? Tak terbaca. Siapa sebenarnya mereka? Kabut Dendam Sang Pendekar gemar menyembunyikan identitas di balik tinta hitam dan cap merah—misteri yang memicu rasa penasaran hingga episode berikutnya 📜👀
Sang Pendekar Terluka, Tapi Tak Tunduk
Duduk di tengah reruntuhan, darah mengalir, namun matanya tetap tajam seperti elang. Ia tidak meminta belas kasihan—hanya waktu. Kabut Dendam Sang Pendekar mengajarkan: kekalahan fisik bukan akhir, selama napas masih ada, dendam masih hidup. 💀🌀
Perempuan dalam Baju Putih: Siapa yang Sebenarnya Memegang Kuasa?
Ia duduk tenang di kursi kayu, hiasan merah menyala, mata tak berkedip. Di luar, pertempuran berkecamuk. Namun siapa yang menggerakkan semuanya? Kabut Dendam Sang Pendekar memberi petunjuk halus: kekuasaan sering bersembunyi di balik keheningan. 🪭👑
Pedang yang Menyembunyikan Dendam
Adegan pedang menusuk langit lalu jatuh ke tanah—sangat simbolis! Darah di bilah pedang He Xiao Yu bukan hanya luka, melainkan janji balas dendam yang menggantung seperti kabut. Kabut Dendam Sang Pendekar memang tak main-main; setiap gerakannya membuat napas tertahan 🌫️⚔️