Kebiadaban Anak Angkat
Putra Lucy, Ray dan istrinya, Helen yang tamak berniat rebut semua aset Lucy. Lucy susun rencana untuk mengelabui mereka, tapi Ray tahu rencana Lucy dan provokasi netizen untuk menyerang Lucy. Dengan bantuan Bella, keponakan Lucy, mereka berdua merilis bukti-bukti kuat untuk semua perbuatan Ray selama ini.
Rekomendasi untuk Anda





.jpg~tplv-vod-noop.image)
.jpg~tplv-vod-noop.image)
Detail Celana Jeans yang Berbicara
Celana jeans Lin Xue memiliki stiker Hello Kitty di saku—imut dan polos, seperti masa lalunya yang masih percaya pada kebaikan. Namun ekspresinya sekarang? Hancur. Setiap kerutan di dahi, setiap gigitan bibir, bercerita tentang pengkhianatan yang tak terduga. Kebiadaban Anak Angkat dimulai dari hal-hal kecil… lalu meledak tanpa ampun. 😢✨
Mereka Berhenti, Dunia Masih Berjalan
Jalan batu, gedung tinggi, pohon gundul—semuanya tampak biasa. Namun di tengahnya, dua manusia berhenti hidup. Lin Xue menekuk lutut, tangan menutupi kepala, seolah mencoba menghalau realitas. Li Wei tetap tegak, tetapi matanya kosong. Kebiadaban Anak Angkat bukan sekadar drama keluarga biasa; ini adalah tragedi yang terjadi di siang bolong, tanpa musik latar. 🌆🌀
Telepon Selesai, Semuanya Berakhir
Saat Lin Xue menutup telepon, napasnya bergetar. Ia menatap ponselnya—casing lucu, pesan mengerikan. Li Wei akhirnya bergerak, tetapi bukan untuk menghibur. Keduanya tahu: ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari keheningan yang lebih dalam. Kebiadaban Anak Angkat mengingatkan: kepercayaan bisa hancur dalam satu panggilan. 📱🕯️
Koper Pink & Diamnya Pria
Koper pink itu menjadi simbol ironi: warnanya lembut, namun membawa beban berat. Li Wei tak berkata apa-apa, hanya menatap ke arah jauh—seolah menghitung detik sebelum segalanya runtuh. Lin Xue menangis pelan di ujung telepon, sementara ia berdiri seperti patung. Kebiadaban Anak Angkat mengajarkan: kadang-kadang, diam adalah bentuk kekejaman tertinggi. 🎒👀
Telepon yang Menghancurkan
Wajah Lin Xue memucat saat menerima panggilan—matanya berkaca-kaca, napasnya tersengal-sengal. Di sampingnya, Li Wei diam membisu, tangannya menggenggam koper bagai memegang rahasia yang tak boleh lepas. Kebiadaban Anak Angkat bukan hanya soal pengkhianatan, melainkan juga kesunyian yang lebih menyakitkan daripada teriakan. 📞💔