Kembalinya Pemimpin Hebat
Demi merebut Kitab Pedang Sakti, Keluarga Tanu dibantai oleh Sekte Syura, hanya menyisakan putrinya, Jeni Tanu, yang keberadaannya tidak diketahui. 20 tahun kemudian, pemilik Pelat Hebat yang menguasai dunia berganti. Jeni melewati berbagai rintangan, dan menerobos Menara Syura, untuk temui musuh bebuyutannya, Sekte Syura. Namun, ternyata ini hanya jebakan, musuh tidak tahu apa yang mereka hadapi
Rekomendasi untuk Anda




印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Luka yang Jadi Bahasa Cinta
Kembalinya Pemimpin Hebat mengajarkan: cinta tak selalu lembut—kadang datang dalam darah, tatapan tajam, dan diam yang mengguncang. Wanita dengan kuncir kuda itu menyentuh pipi sahabatnya, sementara pria berbaju biru tersenyum meski mulutnya berlumur darah. Itulah keindahan tragis yang bikin kita nangis sambil bersyukur. 💔
Air Mata yang Menyembunyikan Kekuatan
Dalam Kembalinya Pemimpin Hebat, ekspresi Li Xue dengan senyum pahit di tengah luka membuatku terdiam. Darah di sudut mulut Zhang Wei bukan tanda kelemahan—tapi justru bukti ia masih berdiri. Mereka tak bicara, tapi tatapan mereka berbicara lebih keras dari dialog. 🌸