PreviousLater
Close

Mimpi Pelayan yang Terwujud Episode 27

like2.0Kchaase2.1K

Mimpi Pelayan yang Terwujud

Elsa dieksploitasi oleh orangtua dan bosnya lalu meninggal karena kelelahan. Setelah reinkarnasi, dia memutuskan untuk resign dan kerja jadi pelayan CEO Cole. Cole suka Elsa sejak SMA, dan hubungan mereka makin dekat. Cole merawat Elsa dan membantunya melepaskan diri dari keluarganya, dan akhirnya mereka bersama. Diadaptasi dari novel FanQie "Mengejar ikan di jurang", penulis [Yan Hui]
  • Instagram

Ulasan episode ini

Gelas Anggur & Pesan Terakhir

Liu Wei berdiri sendiri di ruang tamu mewah, memegang gelas anggur merah sambil membaca pesan: 'Aku tidak bisa libur besok.' Ekspresinya campur aduk—kecewa, bingung, lalu perlahan menyerah. Setiap ketukan jari di layar ponsel terasa seperti dentuman jam pasir. Mimpi Pelayan yang Terwujud bukan hanya tentang cinta, tapi juga pengorbanan yang tak terucap 🍷📱

Kedatangan yang Membekukan Udara

Saat Su Li dan Liu Wei masuk dengan tas belanja, senyum ibu mereka terlalu lebar—terlalu dipaksakan. Ayah menyajikan makanan dengan tangan gemetar. Ada sesuatu yang salah. Meja makan yang penuh warna justru terasa dingin. Apakah ini akhir dari mimpi pelayan yang terwujud... atau awal dari kebohongan yang lebih besar? 🍽️❄️

Tangan yang Menahan Chopstick

Di tengah suasana yang riuh, Liu Wei diam-diam menggenggam tangan Su Li di bawah meja. Gerakan kecil itu—penuh makna. Dia mencoba memberi dukungan, sementara Su Li menatap piringnya, bibirnya bergetar. Mereka berdua tahu: malam ini bukan tentang makan, tapi tentang bertahan. Mimpi Pelayan yang Terwujud sedang diuji oleh realitas keluarga 🤝🍚

Jam 21:44 — Titik Balik yang Tak Terlihat

Ponsel berdering jam 21:44. Layar menunjukkan wallpaper gunung salju—dingin, jauh, tak tersentuh. Pesan terakhir: 'Aku harus pulang dulu.' Tidak ada penjelasan. Hanya itu. Dan dalam satu detik, segalanya berubah. Mimpi Pelayan yang Terwujud bukan kisah sukses, tapi kisah tentang bagaimana kita tetap berdiri saat dunia mulai goyah ⏰🏔️

Telepon Malam yang Menghancurkan

Saat Su Li menerima panggilan dari orang tua, ekspresi wajahnya berubah dari senyum lembut menjadi kecemasan mendalam. Di sisi lain, Su Bo dan istrinya duduk tegang di sofa, memegang ponsel bagai membawa bom waktu. Ini bukan sekadar percakapan—ini adalah detik-detik sebelum mimpi pelayan yang terwujud mulai retak 🌙💔