Sumpah Setia Saudara
Budi keluar dari penjara dan hanya ingin hidup tenang. Namun masa lalu dan konspirasi besar menyeretnya kembali ke pusaran kekuasaan. Demi keluarga dan persaudaraan, ia harus memilih antara bertahan sebagai orang biasa atau bangkit menghadapi badai yang mengancam segalanya.
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Gaya Denim vs Jas Hitam: Duel Identitas
Denim kusut versus jas rapi—duel gaya hidup yang tak kalah sengit dibanding adegan fisik. Dalam *Sumpah Setia Saudara*, penampilan adalah senjata pertama sebelum mulut atau tinju berbicara. 👔👖
Rokok & Rantai Emas: Simbol Kuasa yang Rapuh
Rantai emas mengkilap, namun tangannya gemetar saat memohon. Rokok menyala, tetapi asapnya menutupi air mata. *Sumpah Setia Saudara* mengingatkan: kekuasaan bisa rapuh ketika kesetiaan diuji. 🚬⛓️
Saat Semua Berlutut, Siapa yang Masih Berdiri?
Di tengah kerumunan yang berlutut, satu sosok tetap tegak—bukan karena sombong, melainkan karena tahu kapan harus diam. *Sumpah Setia Saudara* bukan soal siapa yang menang, melainkan siapa yang masih memiliki harga diri. 🌙
Obrolan Sofa: Pertempuran Tanpa Darah
Di ruang tertutup, tanpa pistol maupun pukulan, percakapan justru lebih mematikan. Ekspresi wajah, napas tersendat, jeda panjang—semua itu menjadi senjata dalam *Sumpah Setia Saudara*. 🪑💬
Luka di Kepala Bukan Tanda Kekalahan
Pria berjaket hitam dengan plester di dahi bukan simbol kelemahan, melainkan keteguhan. Dalam *Sumpah Setia Saudara*, air mata dan teriakan justru menjadi bahasa persaudaraan yang paling jujur. 💔🔥