Legenda Wira Pedang
Penjahat Kamal Zaidi menghina Puan Keluarga Fikri hingga bunuh diri. Anak bongsu Keluarga Fikri, Hashim amat sedih dan marah atas kematian ibu. Kebetulan, dia memperoleh Pedang Raja yang dapat memerintah dunia, dan mewarisi Kemahiran Wira Pedang. Akhrinya dia jadi Wira Pedang baru selama lapan tahun. Sejak itu, Hashim mula balas dendam terhadap Keluarga Zaidi.
Cadangan Untuk Anda
Ulasan Episod Ini
Ada lebih banyak ulasan menarik (3)




马来语.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
马来语.jpg~tplv-vod-noop.image)
Riang vs Hashim: Pertempuran Keluarga yang Menghancurkan
Adegan Riang menyerang Hashim bukan sekadar pertarungan—ia adalah ledakan emosi yang tertahan selama bertahun-tahun. Darah di bibir Hashim, tatapan kosong Riang... semua itu menggambarkan betapa dalam luka keluarga dalam Legenda Wira Pedang. 💔 #SedihTapiEpik
Si Wanita Berbaju Ungu: Suara Kemanusiaan di Tengah Kekacauan
Dia teriak 'Jangan, ayah!' dengan suara pecah—bukan hanya sebagai anak, tapi sebagai simbol kelembutan yang masih tersisa di dunia kejam Legenda Wira Pedang. Pedang di tangannya bukan untuk membunuh, tapi untuk mencegah dosa. 🌸
Masker Biru & Kalimat Terakhir: Kedaulatan Diri yang Tak Tergoyahkan
Hashim berdiri diam meski darah mengalir, lalu berkata 'Tiada ayah di dunia ini yang tidak sayang anaknya.' Kalimat itu bukan pembelaan—ia adalah pengakuan paling tragis dalam Legenda Wira Pedang. Maskernya tak bisa sembunyikan air mata. 😶
Pakaian Hitam vs Putih: Simbol Konflik Moral yang Tak Selesai
Hitam = kekuasaan yang rapuh. Putih = kebenaran yang ragu. Adegan mereka berdua berhadapan di halaman istana bukan hanya soal pedang—tapi siapa yang layak menyandang gelar 'wira' dalam Legenda Wira Pedang? 🤝⚔️
Adegan Jatuh: Ketika Kekuatan Menjadi Kelemahan
Hashim terjatuh, tapi matanya tetap tajam. Riang berdiri tegak, tapi tangannya gemetar. Di sini, Legenda Wira Pedang mengingatkan kita: kemenangan fizikal bukan akhir cerita—yang lebih sakit adalah kalah di hati sendiri. 🕊️