PreviousLater
Close

Dunia Hantu di Mataku Berbeda Episode 10

like2.2Kchaase3.0K

Dunia Hantu di Mataku Berbeda

Luis terlempar ke dunia hantu, tapi ternyata matanya bisa melihat "sisi lain dunia". Di matanya, hantu kelas S yang menyeramkan malah berubah jadi gadis cantik dengan kepribadian unik dan wajah yang memesona.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Si Rambut Pink & Sofa Mewah

Adegan si rambut pink jatuh cinta pada sosok di sofa? Lucu sekali! 💖 Dari ekspresi menyeramkan menjadi chibi yang hati-hati—transisi emosi ini jenius. Dunia Hantu di Mataku Berbeda tidak hanya gelap, tetapi juga memiliki selera humor yang tajam. Kita tertawa sambil merinding; itulah seni sejati.

Ritual Biru vs Kematian Merah

Lingkaran sihir biru yang indah ternyata hanyalah permukaan—ketika rantai merah menghancurkan semuanya, kita menyadari: keindahan bisa menjadi jebakan. Dunia Hantu di Mataku Berbeda mengajarkan bahwa dalam dunia supernatural, harapan sering kali datang bersama ancaman. Visualnya epik, namun hati kita perlahan hancur. 🩸

Yuki dan Aoi: Dua Jiwa di Tengah Kehancuran

Yuki berdarah-darah tetapi tetap memegang pedang, Aoi gemetar namun tak lari—mereka adalah dua sisi dari satu keteguhan. Dunia Hantu di Mataku Berbeda menunjukkan bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan pilihan untuk tetap berdiri meski tubuh goyah. Adegan mereka di tengah kerumunan panik? Sempurna. 🌸

Kotak Hitam & Senyum Retak

Kotak hitam yang digantung oleh rantai merah—simbol kematian yang elegan. Lalu muncul sosok dengan senyum retak dan mata berapi-api... Dunia Hantu di Mataku Berbeda berhasil menciptakan villain yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga tragis. Ia bukan jahat sembarangan; ia adalah korban dari sistem yang rusak. Kita membencinya, namun juga merasa sedih. 😶

Mata Merah yang Menghantui

Dunia Hantu di Mataku Berbeda benar-benar memukau dengan visual horor psikologisnya. Ekspresi ketakutan Yuki saat kelopak bunga jatuh, lalu berubah menjadi darah—kita ikut merasa ngeri! 😳 Efek cahaya biru versus merah menciptakan kontras emosional yang brutal. Ini bukan sekadar adegan pertempuran, melainkan trauma yang terukir dalam mata penonton.