Mengatur Ulang Kehidupan
Pendiri Grup Soraya, Johan, dikhianati istri Sharon dan keluarganya, hartanya dirampas, kakinya dipatahkan lalu dibunuh. Terlahir kembali, ia kembali ke saat krisis terjadi. Kali ini ia menuntut balas, mengumpulkan bukti kejahatan keluarga Halim, menceraikan Sharon, dan membuat mereka dihukum, lalu memulai hidup baru bersama Nan Xue.
Rekomendasi untuk Anda





Henri, Si Pemegang Pisau Emosional
Dia bukan penjahat, tetapi juga bukan pahlawan. Henri menarik pisau dari tangan Johan dengan ekspresi campur aduk—bersalah, marah, namun masih peduli. Mengatur Ulang Kehidupan berhasil membuat kita ragu: siapa sebenarnya yang layak diselamatkan? 😔🔪
Vivi, Sang Penengah yang Tak Tersentuh
Di tengah badai emosi Sharon dan Henri, Vivi tetap tenang—pita putihnya tak kusut, tatapannya tak berkedip. Dia bukan pasif, melainkan strategis. Mengatur Ulang Kehidupan memberi ruang bagi karakter diam yang justru paling berbicara. 🦢✨
Johan: Korban atau Pengkhianat?
Duduk di kursi roda, lalu terjatuh dengan darah di wajah—namun matanya penuh amarah, bukan kesedihan. Apakah ia benar-benar korban? Atau bagian dari skenario yang lebih besar? Mengatur Ulang Kehidupan cerdas menyisakan pertanyaan tanpa jawaban. 🤯🩸
Jam Digital yang Menghantui
08:20, 12 Desember—detail waktu yang muncul tiba-tiba seperti isyarat. Di tengah drama manusia, waktu terus berjalan. Mengatur Ulang Kehidupan menggunakan detail kecil ini untuk mengingatkan kita: segalanya akan berakhir… atau dimulai kembali. ⏳🌀
Kekerasan yang Dibungkus Elegan
Sharon dengan mantel ungu dan sepatu haknya yang menginjak tangan Johan—satu adegan yang menakutkan sekaligus memukau. Mengatur Ulang Kehidupan memang jago memainkan kontras: kemewahan versus kehinaan, senyum manis versus dendam dingin. 🩰💥