Pengakuan yang Tak Terduga
Sinta menyadari bahwa pahlawan yang selama ini dia cari ternyata adalah Herman yang selalu ada di sisinya, membuatnya mempertanyakan tindakannya selama ini.Apakah Sinta akan memperbaiki kesalahannya setelah mengetahui kebenaran ini?
Rekomendasi untuk Anda






Pedang Tak Hanya untuk Bertarung
Pedang yang dipegang erat oleh pria biru itu bukan sekadar senjata—ia adalah janji yang belum ditepati. Di tengah keramaian, hanya dia yang berdiri tegak sementara yang lain jatuh. Jenderal Trista Kembali Tanpa Status mengajarkan: kekuatan sejati bukan di lengan, tapi di keteguhan saat semua orang menyerah.
Darah di Bibir Merah, Jiwa yang Robek
Perempuan berbaju merah di balkon itu bukan cuma penonton—dia adalah jiwa yang terluka diam-diam. Darah di sudut bibirnya? Bukan kecelakaan, tapi simbol patah hati yang tak terucap. Jenderal Trista Kembali Tanpa Status memang tak butuh dialog panjang: ekspresi mata dan getaran jari sudah cukup untuk membuat kita ikut menahan napas.