Panggilan Darurat dari Istana
Candra, seorang jenderal yang baru saja kembali dari medan perang, menerima panggilan darurat dari Istana. Meskipun masih terluka, ia bersikeras untuk segera kembali ke Istana karena situasi yang genting. Tunangannya yang khawatir memaksa untuk ikut, menunjukkan betapa seriusnya situasi tersebut.Apa yang menunggu Candra dan tunangannya di Istana?
Rekomendasi untuk Anda






Ibu & Adik Perempuan: Diamnya Penolakan yang Mengguncang
Dua wanita berdiri di ambang gerbang—satu tua penuh kekhawatiran, satu muda penuh protes—menyaksikan Trista pergi tanpa sepatah kata pun. Ekspresi adik perempuan saat kuda melintas? Bukan rasa cemburu, melainkan kekecewaan karena menyadari: ini bukan pelarian, melainkan pengorbanan yang disengaja. Jenderal Trista Kembali Tanpa Status mengajarkan: terkadang diam adalah teriakan terkeras 🌙✨
Trista & Li Wei: Saat Kuda Menjadi Saksi Bisu
Di malam yang dipenuhi cahaya kuning redup, Trista berdiri tegak dengan lengan terluka—namun matanya tak menyerah. Li Wei menunggang kuda, tatapannya dingin, tetapi ketika tangan mereka bersentuhan... ada getaran yang tak bisa disembunyikan. Jenderal Trista Kembali Tanpa Status bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan tentang perasaan yang tertahan di balik seragam perang 🐎💔