Mengatur Ulang Kehidupan
Pendiri Grup Soraya, Johan, dikhianati istri Sharon dan keluarganya, hartanya dirampas, kakinya dipatahkan lalu dibunuh. Terlahir kembali, ia kembali ke saat krisis terjadi. Kali ini ia menuntut balas, mengumpulkan bukti kejahatan keluarga Halim, menceraikan Sharon, dan membuat mereka dihukum, lalu memulai hidup baru bersama Nan Xue.
Rekomendasi untuk Anda





Si Ungu vs Si Putih: Duel Tanpa Kata
Dua wanita, dua gaya, satu ruang penuh ketegangan. Si ungu dengan lengan disilangkan dan senyum palsu, si putih dengan cincin giok dan suara lembut—mereka bukan saingan, melainkan dua sisi dari konflik keluarga yang sama. Mengatur Ulang Kehidupan memang ahli dalam menyampaikan drama hanya melalui ekspresi wajah. 🎭
Nenek Jatuh? Bukan Kecelakaan, Tapi Strategi!
Jangan tertipu—jatuhnya nenek dalam adegan ini terlalu sempurna untuk dikatakan kecelakaan. Perhatikan ekspresi si biru yang langsung panik, si ungu yang diam, dan si putih yang cepat tanggap. Ini bukan kekacauan, melainkan panggung dramatisasi dalam Mengatur Ulang Kehidupan. Semua memiliki naskah, termasuk tongkat kayu itu. 🪄
Gaun Tweed & Dendam Tersembunyi
Gaun tweed putih berkilau versus ungu berkilau—bukan soal mode, melainkan bahasa tubuh yang berbicara lebih keras daripada dialog. Si putih memegang tangan nenek dengan lembut, sementara si ungu menggenggam lengannya sendiri seolah menahan amarah. Mengatur Ulang Kehidupan benar-benar ahli dalam menyembunyikan api di balik sutra. 💫
Pria di Belakang? Mereka Hanya Penonton
Perhatikan pria berjas cokelat dan wanita berpakaian biru—mereka hanyalah penonton pasif di tengah badai emosi para wanita hebat. Dalam Mengatur Ulang Kehidupan, kekuasaan berada di tangan perempuan: yang jatuh, yang membantu, yang diam, dan yang tersenyum licik. Pria? Hanya pelengkap dekorasi. 😌
Ketegangan Keluarga di Balik Gaun Elegan
Adegan jatuhnya nenek di tengah pesta Mengatur Ulang Kehidupan membuat napas tertahan! Wanita berpakaian putih berkilau langsung membantu, sementara wanita berpakaian ungu berdiri kaku—emosi tersembunyi di balik senyum dinginnya. Setiap gerakan tangan, tatapan mata, bahkan lipatan gaun, menceritakan tentang hierarki dan dendam yang tak terucapkan. 🔥