Surat Cinta yang Salah
Tujuh tahun lalu, sebuah surat cinta yang ditulis Vera menjadi awal segalanya. Di balik kesalahpahaman, tumbuh perasaan yang tak terucap. Namun cinta itu berakhir sebelum dimulai. Tujuh tahun kemudian, saat mereka kembali bertemu, hati yang lama terdiam mulai berdenyut lagi.
Rekomendasi untuk Anda




印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
Tiga Pria, Satu Ekspresi
Mereka datang bersama: satu mengenakan kaos bertuliskan 'LOVE IS GOOD', satu lagi 'GUCCI', dan satu lagi kaos putih polos. Namun, hanya yang berkaos polos yang terlihat paling terluka. Ekspresinya bukan kemarahan—melainkan kekecewaan terhadap diri sendiri. Surat Cinta yang Salah mengajarkan: kadang-kadang, yang paling diam justru yang paling banyak berbicara. 😶🌫️
Gelang Mutiara vs Layar Hijau
Gelang mutiara di pergelangan tangan Xie Xiaomei kontras dengan layar hijau telepon yang menampilkan nama 'Lin Meimei'. Detail kecil ini menyampaikan banyak makna: ia masih memegang harapan, meskipun sudah tahu bahwa surat tersebut salah alamat. Surat Cinta yang Salah adalah kisah tentang menunggu yang tak pernah dijawab. 🌿📱
Kota Besar, Hati yang Kecil
Pemandangan kota dari udara lalu beralih ke dua orang di pinggir jalan—kontras yang menyentuh hati. Mereka tampak kecil di tengah gedung-gedung tinggi, namun emosi mereka begitu besar. Surat Cinta yang Salah bukan sekadar drama romantis biasa; ini adalah kisah tentang bagaimana kita tersesat di antara pesan yang salah kirim, namun tetap berharap. 🏙️💌
Motor Hitam & Helm Krem
Adegan jalanan dengan motor sport hitam dan helm krem itu ikonik! Xie Xiaomei tidak hanya memberikan helm—ia memberikan kepercayaan. Sementara pria berkaos putih berdiri diam, seperti karakter yang belum siap masuk ke dalam cerita. Surat Cinta yang Salah memang dimulai dari detik-detik hening yang penuh tekanan. 🏍️✨
Telepon yang Mengubah Segalanya
Saat Lin Meimei menerima panggilan, ekspresi Xie Xiaomei berubah drastis—dari tenang menjadi tegang. Padahal, di belakangnya, pria dalam kaos putih hanya diam, menatap kosong. Surat Cinta yang Salah bukan soal kesalahpahaman, melainkan tentang siapa yang berani mengambil keputusan pertama. 📞💔