Surat Cinta yang Salah
Tujuh tahun lalu, sebuah surat cinta yang ditulis Vera menjadi awal segalanya. Di balik kesalahpahaman, tumbuh perasaan yang tak terucap. Namun cinta itu berakhir sebelum dimulai. Tujuh tahun kemudian, saat mereka kembali bertemu, hati yang lama terdiam mulai berdenyut lagi.
Rekomendasi untuk Anda




印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
Kalau Keyboard Bisa Bicara, Pasti Cerita Ini Lebih Sedih
Tangan gemetar mengetik, jari-jari yang terlalu sering menekan 'Enter' seperti mencari jawaban. Di tengah kemenangan game, telepon masuk—dan dunia berhenti sejenak. Surat Cinta yang Salah mengingatkan: kadang cinta datang saat kita sedang sibuk menyembunyikan rasa sakit. 🎮💔
Dia Datang dengan Tas Kucing, Tapi Membawa Badai Emosi
Tas putih bertuliskan 'Hello!' dan gambar kucing lucu—kontras brutal dengan tatapan seriusnya. Saat menyentuh dahi sang pria, detik itu bukan sekadar sentuhan, tapi pengakuan diam-diam: 'Aku tahu kamu lelah.' Surat Cinta yang Salah memang cerita tentang salah arah, tapi tepat di hati. 🐾✨
Lampu Biru, Meja Hitam, dan Rasa yang Tak Bisa Dikirim via WhatsApp
Ruangan gelap, hanya cahaya biru dari layar dan keyboard merah yang menyala—seperti denyut nadi yang masih berdetak meski lelah. Dia tak menjawab telepon langsung, tapi berdiri, pergi, dan membuka pintu. Karena kadang, kehadiran lebih kuat dari kata-kata. Surat Cinta yang Salah, benar-benar salah arah... tapi tepat waktu. 🌙
Dia Tak Bilang 'Aku Sayang', Tapi Beri Tas & Sentuh Dahi
Di akhir, tidak ada pidato panjang, hanya gerakan kecil: memberi tas, menyentuh dahi, lalu pergi. Itulah bahasa cinta versi Surat Cinta yang Salah—tidak sempurna, tidak dramatis, tapi sangat manusiawi. Kita semua pernah jadi dia: salah kirim surat, tapi benar dalam perasaan. 💌
Dia yang Menangis di Layar, Tapi Tak Pernah Menyerah
Dari fokus bermain game hingga menerima telepon darurat, ekspresi wajahnya berubah seperti cuaca—cerah lalu mendung. Di Surat Cinta yang Salah, dia bukan pahlawan, tapi manusia yang lelah tapi tetap berdiri. 💻📞 #EmosiReal