Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Lobi mewah, hati yang retak
Marmer mengkilap, lampu kristal berpendar, tapi suasana dingin seperti es. Pria itu mengejar, lalu berhenti—takut melangkah lebih jauh. Bab Kita Sudah Selesai mengajarkan: kadang, keanggunan tempat justru memperparah kesunyian di antara dua orang yang masih saling mencintai. 🕊️
Staf hotel tahu lebih banyak daripada kita
Si staf dengan sarung tangan putih diam, tapi matanya menyimpan semua cerita. Dia melihat pria itu berlari, lalu berdiri tegak—seperti patung penyesalan. Bab Kita Sudah Selesai punya detail kecil yang justru paling menusuk: siapa yang benar-benar mengendalikan akhir cerita? 🤫
Elevator sebagai metafora cinta yang macet
Dia menekan tombol, tapi pintu tak membuka. Ia menempelkan tangan ke dinding logam—seakan berharap bisa menembus waktu. Bab Kita Sudah Selesai berhasil membuat elevator jadi simbol: cinta yang ingin kembali, tapi sistem sudah mengunci. 🔒 #NostalgiaMati
Adegan akhir: ruang putih, jiwa biru
Ruangan megah dengan kristal dan bunga putih, tapi lampu biru membuat semuanya terasa sedih. Mereka masuk berdua, tapi tak saling pandang. Bab Kita Sudah Selesai menutup dengan keheningan yang lebih keras dari teriakan. Cinta selesai, tapi rindu belum izin pergi. 🌊
Dia pergi, tapi dia tak benar-benar pergi
Saat wanita itu berbalik meninggalkan ruang tamu dengan langkah mantap, ekspresi pria dalam jas bergaris terlihat kosong—seperti kehilangan sesuatu yang baru saja diakui. Bab Kita Sudah Selesai bukan hanya tentang perpisahan, tapi tentang rasa bersalah yang tertunda. 💔 #DramaKoreaTapiRasaIndo