Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Tangan yang Menyentuh, Lalu Melepaskan
Detik sentuhan tangan di lengan—begitu singkat, namun penuh makna. Dia mencoba menyentuh, lalu dia menarik tangannya kembali. Bab Kita Sudah Selesai mengajarkan: terkadang, kehilangan dimulai dari satu gerakan yang terlalu lambat. 🤝💔
Skema Hitam & Biru, Emosi yang Tersembunyi
Setelan hitam berkilau, latar biru futuristik—semuanya terlihat elegan, tetapi mata mereka berkata lain. Bab Kita Sudah Selesai berhasil membangun ketegangan hanya melalui komposisi visual dan keheningan yang berat. 🎬✨
Dia Berdiri, Dia Menyeberang, Mereka Tak Lagi Sama
Saat dia berdiri dari kursi, lalu berjalan menjauh—kita tahu: ini bukan jeda, melainkan akhir bab. Bab Kita Sudah Selesai tidak memerlukan dialog panjang; cukup langkah kaki dan tatapan kosong. 🚪🚶♀️
Mobil Mewah, Hati yang Kosong
Duduk di kursi kulit mewah, telepon di tangan, tetapi matanya kosong. Bab Kita Sudah Selesai mengingatkan: uang dan status tidak dapat memperbaiki apa yang sudah retak sejak awal. Uang bisa membeli mobil, tetapi tidak bisa membeli kembali waktu. 🚗💨
Dia Datang Tapi Bukan untuk Menyelamatkan
Pria itu masuk dengan gaya, tetapi ekspresi wanita di meja justru semakin dingin. Bukan cinta yang datang—melainkan konfrontasi. Bab Kita Sudah Selesai bukan drama romantis; ini adalah pertarungan emosi di balik senyum formal. 💼🔥