Konflik Pabrik
Arman, yatim piatu yang jadi konglomerat, menyamar untuk ungkap korupsi dan eksploitasi di pabrik dan perusahaan anak grupnya, menindak para pelaku, memperbaiki pabrik, menyelamatkan warga, lalu saat reuni SMA buka identitas untuk membalas dendam dan menemukan cinta sejati.
Rekomendasi untuk Anda




.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Si Pria Berjas Hijau dan Kekuasaan yang Tak Terlihat
Ia duduk diam, namun aura dominannya menguasai ruangan. Saat berdiri, semua mata tertuju—bukan karena pakaian, melainkan karena cara ia memegang bunga: lembut, tetapi siap menusuk. Konflik Pabrik bukan soal uang, melainkan soal siapa yang berani berbicara lebih dahulu. 🌸
Permainan Wajah di Antara Tamu & Keluarga
Pria berjas abu-abu tersenyum lebar, tetapi alisnya berkedut saat melihat Nyonya Ratna. Wanita berbaju cokelat diam, tetapi jemarinya mengepal. Di balik dekorasi mewah Konflik Pabrik, setiap tatapan adalah senjata. Siapa yang benar-benar percaya pada 'selamat ulang tahun'? 😏
Kalung Berlian sebagai Simbol Pengkhianatan
Kotak merah dibuka—kilau berlian menyilaukan, tetapi wajah Nyonya Ratna tak berubah. Ia tahu: ini bukan hadiah, melainkan pengingat akan janji yang dilanggar. Dalam Konflik Pabrik, emas dan permata sering kali lebih beracun daripada racun itu sendiri. 💔✨
Suasana yang Tegang Seperti Sebelum Petir Menyambar
Semua berdiri, semua diam. Udara bergetar seperti sebelum badai. Pria berjaket hitam menatap ke arah panggung—bukan dengan rasa hormat, melainkan dengan pertanyaan. Konflik Pabrik belum dimulai, tetapi sudah terasa: malam ini, seseorang akan jatuh. ⚡
Ekspresi Nyonya Ratna yang Menyembunyikan Dendam
Nyonya Ratna tersenyum manis di atas panggung, tetapi matanya dingin seperti es. Setiap gerakannya terukur—seolah sedang memainkan catur hidup dalam Konflik Pabrik. Kalung berlian yang diberikan? Bukan hadiah, melainkan peringatan. 💎🔥