Konflik Pabrik
Arman, yatim piatu yang jadi konglomerat, menyamar untuk ungkap korupsi dan eksploitasi di pabrik dan perusahaan anak grupnya, menindak para pelaku, memperbaiki pabrik, menyelamatkan warga, lalu saat reuni SMA buka identitas untuk membalas dendam dan menemukan cinta sejati.
Rekomendasi untuk Anda




.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Senyum Palsu di Balik Layar Besar
Layar besar bertuliskan 'Konflik Pabrik: Hari Ulang Tahun Qian Fu', namun suasana terasa seperti pemakaman bisnis. Senyum Qian Fu terlalu lebar, istrinya terlalu tegang, dan si pria berkulit gelap? Dia satu-satunya yang tampak benar-benar menikmati pertunjukan. 😶🎭
Tiga Pria, Satu Panggung, Banyak Rahasia
Qian Fu dalam jas biru, pria berkulit cokelat klasik, dan si berkulit gelap yang misterius—mereka seperti tiga kartu remi yang belum dibuka. Di balik senyum formal Konflik Pabrik, tersembunyi ketegangan yang dapat dirasakan lewat gerakan tangan dan tatapan mereka. Siapa yang berbohong? 🃏
Perhiasan Berkilau vs Wajah yang Pucat
Istri Qian Fu mengenakan kalung berlian dan bulu merah, namun matanya berkaca-kaca. Konflik Pabrik bukan soal uang atau pesta—ini tentang harga diri yang perlahan retak. Setiap permata di bajunya bagai cermin kebohongan yang terus mengkilap. 💎😭
Ponsel Dikeluarkan, Semua Berhenti
Saat wanita berkulit cokelat mengeluarkan ponsel kecil itu, waktu seolah membeku. Bukan karena rekaman—tetapi karena semua tahu: ini adalah bukti yang tak bisa dihapus. Konflik Pabrik akhirnya memasuki babak baru: era digital versus tradisi. 📱⚡
Botol Jatuh, Hati Pun Pecah
Adegan botol jatuh di karpet biru-emas itu bukan sekadar kecelakaan—itu simbol Konflik Pabrik yang akhirnya meledak. Ekspresi Qian Fu terkejut, sang istri menahan napas, dan pria berkulit gelap dengan senyum dingin... semuanya berbicara lebih keras daripada dialog. 🍶💥