Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Riasan Mata Merah & Emas yang Menipu
Matanya merah bukan karena air mata, melainkan karena kelelahan menahan amarah. Gaun emasnya bersinar, tetapi aura kesedihan tak dapat disembunyikan. Di balik kemewahan itu, ada seorang wanita yang tahu: cinta yang salah tak dapat diperbaiki dengan permata. 💎💔
Gerakan Tangan yang Lebih Berbicara dari Dialog
Tak ada kata-kata saat mereka saling menghadap, hanya gerakan tangan yang bergetar—seperti ritual kuno yang mengunci nasib. Saat asap dupa membentuk lingkaran, waktu berhenti. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat memang bukan soal pedang, melainkan soal pilihan yang tak dapat ditarik kembali. 🤲🕯️
Cahaya Jendela & Bayangan yang Berbohong
Cahaya dari jendela kisi-kisi memotong ruang seperti hukuman ilahi. Bayangan mereka menyatu, lalu terpisah—simbol hubungan yang telah retak sejak awal. Chen Feng tersenyum, namun matanya kosong. Ini bukan drama cinta, melainkan tragedi yang telah disiapkan sejak hari pertama. 🪟🎭
Kalung Hijau & Detik-detik Sebelum Petir
Kalung hijau di dahi Li Xiu berkilau—bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai tanda kutukan yang belum dilepaskan. Saat tangan mereka hampir bersentuhan, udara bergetar. Mereka tahu: setelah ini, tidak ada jalan pulang. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat—judul yang menggigit seperti racun perlahan. 🌿⚡
Asap Dupa & Tatapan yang Menghunjam
Dupa menyala perlahan, namun ketegangan di antara mereka meledak bagai petir. Setiap tatapan Li Xiu ke arah Chen Feng penuh keraguan dan luka tersembunyi. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan hanya judul—ini adalah detak jantung yang tertahan. 🌫️✨