Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Si Tua dengan Senyum yang Mengkhianati
Lelaki berbaju putih transparan itu tertawa—tapi matanya dingin seperti es. Di tengah suasana tegang, ia justru mengeluarkan tawa lebar. Apakah dia sedang menertawakan musuh? Atau dirinya sendiri? Dalam Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat, senyum bisa jadi senjata paling mematikan 😏🌀
Drum Merah & Kekuatan Magis yang Tak Terduga
Drum merah di sisi gerbang bukan dekorasi biasa—ia jadi pusat ledakan energi ungu saat pertarungan meletus! Efek visualnya memukau, tapi lebih dalam lagi: setiap dentuman drum seolah mengingatkan pada detak jantung para karakter yang berada di ambang keputusan hidup-mati. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat benar-benar memainkan simbol dengan cerdas 🥁💥
Gadis Putih yang Tak Bicara, Tapi Berbicara Lebih Keras
Lin Xue diam, tapi setiap langkahnya berat seperti batu nisan. Rambut panjangnya, gaun putih berhias naga—semua bicara tentang beban masa lalu. Di tengah keramaian, ia justru paling sunyi. Dalam Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat, kesunyian sering kali lebih keras dari teriakan 🕊️✨
Ketika Semua Karakter Punya Rahasia di Balik Jubah
Jubah putih, hitam, hijau—masing-masing menyembunyikan luka dan niat. Pria berjubah hijau tersenyum licik, si tua berjubah transparan bermain api emosional, dan sang tokoh utama diam seperti gunung es. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat sukses membuat kita penasaran: siapa sebenarnya yang berbohong? 🎭🔍
Putih vs Hitam: Pertarungan yang Tak Hanya di Lapangan
Adegan pertemuan di gerbang 'Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat' penuh ketegangan visual—putih bersih melawan hitam misterius. Ekspresi Lin Xue terlalu tenang, justru membuat kita khawatir. Sementara sang tokoh berjubah hitam, matanya menyimpan dendam yang tak terucap. Adegan ini bukan hanya dialog, tapi duel jiwa 🌫️⚔️