Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Baju Mewah, Jiwa yang Luka
Detail bordir emas di bahu Yue Qing vs. ekspresi hampa di matanya—kontras yang menusuk. Dia berpakaian seperti ratu, tapi berdiri seperti tahanan perasaan. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat sukses bikin kita ikut sesak. 💔
Gelang Perak & Tangan Gemetar
Gelang perak Lin Feng berkilau saat ia menempelkan tangan ke dada—gerakan kecil, tapi penuh penyesalan. Bukan kata-kata, tapi getaran jari yang bicara. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat: drama emosional tanpa dialog berlebihan. ✨
Karpet Merah, Jalan Tanpa Pulang
Karpet bermotif bunga di tengah ruang gelap—seperti jalan yang indah tapi berakhir di jurang. Mereka berdiri berhadapan, jarak satu langkah, tapi terasa ribuan mil. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat memang masterclass dalam visual storytelling. 🕯️
Mahkota Berduri, Cinta yang Terluka
Mahkota Yue Qing berkilauan dengan batu hijau, tapi matanya merah—bukan karena riasan, tapi air mata yang ditahan. Dia tak menangis keras, tapi setiap napasnya terasa berat. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat, kau benar-benar kejam. 😢
Piring Pecah, Hati Pun Patah
Adegan piring jatuh bukan sekadar kecelakaan—itu simbol pecahnya kepercayaan. Ekspresi Lin Feng yang terkejut lalu dingin, dan tatapan Yue Qing yang berdarah air mata... Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat benar-benar menggigit hati. 🌫️