PreviousLater
Close

Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat Episode 24

like2.0Kchaase2.0K

Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat

Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Rumah Kayu & Rasa Sesal

Lantai kayu, karpet merah, dan lampu redup—semua dirancang untuk menyembunyikan kebohongan. Namun mata wanita itu berkata lain: air mata menggantung, bibir gemetar, dan napasnya terjebak saat pria itu berbicara. Di sini, setiap detik adalah penghakiman yang diam-diam. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat benar-benar terasa hingga ke tulang. 🏯🕯️

Kalung Mutiara vs Gelang Logam

Perbedaan gaya mereka sudah bercerita: dia dengan mutiara dan bordir emas, dia dengan gelang besi dan jubah lusuh. Bukan soal kaya atau miskin—melainkan siapa yang masih percaya pada janji? Saat cangkir diletakkan, waktu berhenti. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat dimulai dari satu tatapan yang salah arah. 💎⚔️

Batu Incense yang Jatuh = Detik Akhir

Detik paling mengerikan bukan saat pedang ditarik—melainkan saat batang dupa jatuh di tepi karpet. Itu tandanya: tidak ada jalan kembali. Ekspresi wajah mereka berubah dalam 0,5 detik. Dia menahan napas, dia menunduk. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan drama—ini tragedi yang telah dipersiapkan sejak awal. 🕯️⏳

Dia Bilang 'Tidak Apa-Apa'... Tapi Matanya Menangis

Pria itu tersenyum lebar, suaranya tenang, tetapi tangannya gemetar memegang nampan. Wanita itu mengangguk pelan, 'tidak apa-apa', padahal air mata sudah menggenang. Mereka berdua berbohong—dan kita tahu itu. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat mengajarkan: kebohongan paling menyakitkan adalah yang dikatakan dengan senyum. 😶‍🌫️🌸

Cangkir Kecil, Dosa Besar

Pria dalam jubah biru tua itu memegang nampan dengan tangan gemetar—bukan karena beratnya, melainkan karena beban rahasia yang tak terucapkan. Wanita di depannya menatap cangkir seolah melihat kematian yang tertunda. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan hanya judul, melainkan napas yang tersengal di antara mereka. 🫖💔