PreviousLater
Close

Jangan Usik Orang Buta Itu Episode 29

like2.0Kchaase1.6K

Jangan Usik Orang Buta Itu

Wandi, seorang tukang pijat tunanetra, hidup sama istrinya yang lagi hamil. Keduanya saling sembunyikan identitas mereka. Dulunya, Wandi itu intelijen terhebat di dunia, dengan julukan “Sang Cahaya”. Sedangkan, Sarah itu pembunuh terbaik di Kelompok Arwah. Untuk lindungi keluarga kecil mereka, Wandi yang udah pensiun pun kembali lagi. Dalam sekejap, dunia jadi kacau dan semua orang ketakutan.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Kakek dengan Tongkat & Senyum Licik

Master Zhang tersenyum lebar sambil memegang tongkat kayu, tetapi aura dinginnya menusuk. Di balik pakaian tradisional mewah, tersembunyi rencana besar yang belum terungkap. Apakah ia sekutu atau musuh? Di episode ini, senyumnya lebih menakutkan daripada pistol yang diacungkan. 😏

Perempuan Berjilbab Kain Kusut: Penampilan yang Mengguncang

Nenek Lin dengan jilbab kain kusut dan sarung tangan putih—tampak lemah, tetapi gerakannya cepat seperti angin malam. Saat api menyala di tangannya, semua menjadi diam. Ia bukan tokoh pendukung, melainkan badai yang tertunda. Jangan Usik Orang Buta Itu benar-benar memilih pemain dengan jiwa. 🕯️

Rambut Pink & Luka di Pipi: Kekerasan yang Dipamerkan

Xiao Mei dengan dua kucir pink dan luka 'KK' di pipi—bukan aksesori, melainkan tanda perlawanan. Ia tidak banyak berbicara, tetapi setiap tatapannya menyiratkan: 'Aku masih hidup, dan aku akan membalas.' Gaya kostumnya seperti karakter anime yang masuk ke dunia nyata. 💀

Bunga Merah di Dada Hitam: Simbol Kematian yang Elegan

Liu Feng dengan jubah hitam, ruffle dramatis, dan bunga merah di dada—seperti vampir dari novel klasik Tiongkok. Ekspresinya datar, tetapi matanya penuh dendam tersembunyi. Jangan Usik Orang Buta Itu memang bukan cerita horor, tetapi atmosfernya lebih menyeramkan daripada film hantu. 🌹

Mata Emas yang Menyembunyikan Dosa

Pandangan Li Wei dengan mata emasnya bukan sekadar efek CGI—itu simbol kehilangan jiwa. Di tengah kerumunan di halaman istana, ia berdiri diam, tetapi tatapannya menghakimi semua. Jangan Usik Orang Buta Itu ternyata bukan tentang kebutaan fisik, melainkan kebutaan hati. 🔥