Jangan Usik Orang Buta Itu
Wandi, seorang tukang pijat tunanetra, hidup sama istrinya yang lagi hamil. Keduanya saling sembunyikan identitas mereka. Dulunya, Wandi itu intelijen terhebat di dunia, dengan julukan “Sang Cahaya”. Sedangkan, Sarah itu pembunuh terbaik di Kelompok Arwah. Untuk lindungi keluarga kecil mereka, Wandi yang udah pensiun pun kembali lagi. Dalam sekejap, dunia jadi kacau dan semua orang ketakutan.
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Pria Kacamata Emas & Ekspresi Dinginnya
Kacamata steampunk-nya menyembunyikan mata yang tajam seperti pisau. Setiap tatapan ke arah perempuan itu—bukan benci, tapi pertimbangan. Apakah dia sekutu atau ancaman? Jangan Usik Orang Buta Itu membuat kita bertanya: siapa sebenarnya yang buta di sini? 👓
Meja Hitam & Pisau yang Menanti
Meja hitam itu seperti altar pengadilan. Pisau kecil, tombak mini, jarum halus—semua tersusun rapi, menunggu dipilih. Bukan soal kekuatan, tapi kecerdasan memilih senjata. Jangan Usik Orang Buta Itu mengingatkan: dalam konflik, strategi lebih tajam dari baja. ⚔️
Pemuda Jaket Bulu & Raut Wajah yang Berubah
Dari dingin, jadi gelisah, lalu marah—ekspresinya seperti film bisu dalam 3 detik. Dia tidak bicara, tapi tubuhnya berteriak. Di tengah suasana tegang, dia justru jadi fokus emosional. Jangan Usik Orang Buta Itu sukses bikin kita ikut napasnya tersengal. 😬
Latar Pabrik & Spanduk Cina yang Mengintai
Beton retak, spanduk kuno, dan tiang target warna-warni—kontras antara masa lalu dan tekanan saat ini. Ruang ini bukan lokasi, tapi metafora: semua orang sedang ditembakkan oleh takdir. Jangan Usik Orang Buta Itu membangun atmosfer seperti mimpi yang nyaris jadi kenyataan. 🏭
Perempuan dengan Anting Petir yang Tidak Takut
Dia berdiri di tengah geng, senyumnya penuh harap meski tubuh gemetar. Anting petir pink itu bukan hanya aksesori—simbol keberanian diam-diam. Jangan Usik Orang Buta Itu mengajarkan: ketakutan terbesar bukan pada musuh, tapi pada diri sendiri yang ragu. 🌩️