Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Kamu Bilang Nari Striptis? Aku Bilang Strategi Bertahan Hidup
Lina menangis, Chofin diam, lalu tiba-tiba transfer sepuluh miliar. Ini bukan drama cinta, ini adalah permainan bertahan hidup ala *live streamer*. (Sulih Suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengingatkan: di dunia digital, air mata pun bisa dikonversi menjadi saldo bank. 🎭💰
Ring Light vs Kamar Kosong: Kontras yang Menyakitkan
Di depan ring light, ia tersenyum manis; di balik layar, pria itu terbaring sambil ngemil keripik. (Sulih Suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memperlihatkan dualitas hidup *streaming*: kemegahan virtual versus realita yang sunyi. Siapa yang lebih lelah? 🌙📱
Gift Banyak? Itu Bukan Cinta, Itu Bonus Harian
Fans mengirim ribuan *gift*, tetapi saat meminta bantuan—diam. (Sulih Suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengungkap kejamnya ekonomi perhatian: kamu dicintai selama masih menghibur. Saat tarian striptis berhenti, bonus pun ikut berhenti. 💔📈
Dia Bilang 'Aku Tak Mau Ganti Hukuman', Tapi Uangnya Sudah Ditransfer
Permainan psikologis antara Chofin dan Lina dalam (Sulih Suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar sangat halus: kata-kata keras, tindakan lembut. Dia bilang tak mau mengganti hukuman, namun langsung mentransfer dua puluh miliar. Cinta atau transaksi? Jawabannya tertera di notifikasi 'Diterima Selesai'. 📲❤️
Streaming = Drama Hati, Tapi Rezeki Justru Lancar
Dari air mata di kamera hingga uang masuk dua triliun—ini bukan kebetulan, ini (Sulih Suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar! Chofin dan Lina menjadi bukti: emosi yang dipaksakan bisa berubah menjadi mesin penghasil uang. Namun hati? Masih berdebar saat 'teman' mengirim pesan. 💸✨