Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Gaya Kevin: Santai Tapi Tajam
Ia tidak perlu berteriak atau berlebihan dalam drama—cukup senyum tipis dan 'Aku tidak begitu' sudah membuat lawan diam. Gaya pasif-agresif ala Kevin ini justru lebih mematikan daripada ledakan. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar mengajarkan kita: diam itu emas, tetapi kejelasan itu berlian. 💎
Bukan Cinta, Tapi Teater Emosional
Pesta ulang tahun menjadi panggung bagi pertunjukan cemburu, dusta, dan pengakuan. Semua bermain peran—kecuali Kevin yang justru fokus mencari uang. Ironisnya, justru dialah yang paling jujur. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menunjukkan: cinta palsu bisa dibeli, tetapi kejujuran tidak dijual. 🎭
Vest Kuning = Armor Emosional?
Warna kuningnya bukan sekadar gaya—melainkan simbol: ia berbeda dari mereka yang ribut soal cinta. Saat semua panik, ia tenang. Saat semua berbohong, ia jujur. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar membuktikan: kadang, yang paling kuat adalah yang paling diam. 🛡️
Akting di Depan Semua? Ya, Itu Juga Drama!
Jika kamu berkata, 'Aku hanya ingin dia jadi pacarku', lalu langsung diprotes—berarti kamu tahu itu teater. Dan Kevin? Ia sekaligus penonton dan sutradara. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengingatkan: hidup ini serial, bukan film—dan kita semua memiliki naskah sendiri. 📺
Pacaran di Depan Semua? Drama Cinta yang Bikin Geleng-Geleng
Kevin menjadi pahlawan diam-diam saat dua perempuan berebut perhatian—satu marah, satu pura-pura acuh tak acuh. Namun ia tetap tenang, bahkan sambil menelepon. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar ternyata bukan hanya soal uang, tapi juga emosi! 😅