Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Nona vs Kevin: Drama Hotel yang Tak Terduga
Nona panik saat tahu Kevin di hotel, padahal dia cuma mau ketemu teman makan. Tapi siapa sangka, ternyata ada 'orang lain' yang disebut-sebut? (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar sukses bikin penasaran: ini cinta segitiga atau sekadar salah paham? 🤯
Reuni Sekolah yang Penuh Drama
Meja bundar, anggur merah, dan ekspresi wajah yang berbicara lebih keras dari dialog. Saat Feli bilang 'jangan datang', semua mata tertuju pada kursi kosong. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menggambarkan dinamika sosial dengan sangat halus—siapa yang benar-benar marah, siapa yang pura-pura cuek? 😏
Kevin Datang: Adegan Pembalikan Nasib
Saat Kevin masuk dengan senyum percaya diri sambil tunjukkan HP, suasana langsung berubah. Dari 'dia gak bakal datang' jadi 'oh, kalian sudah di sini'. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar paham betul cara membangun tensi lewat timing dan ekspresi—masterpiece mini! 🎬
Beda Waktu, Sama-sama Cemas
Kevin di kamar, Nona di restoran, dan staf hotel yang bingung—semua terhubung lewat satu telepon. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menunjukkan betapa mudahnya kesalahpahaman terjadi jika komunikasi tidak jelas. Tapi justru di situlah keindahan cerita dimulai. ❤️
Kevin & Cahya: Telepon yang Membuat Jantung Berdebar
Dari panggilan 'Cahya' hingga 'Halo Kak Kevin', chemistry mereka terasa meski hanya lewat suara. Kevin yang santai di kamar, Cahya yang berdiri di balkon—dua dunia yang saling menarik. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar memainkan emosi penonton dengan detail kecil seperti senyum dan tatapan. 💫