Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Oranye sebagai Senjata Diplomasi Cinta
Buah oranye bukan sekadar prop—melainkan simbol kekuasaan dalam pertarungan cinta. Siapa yang memegang, siapa yang menyerahkan, siapa yang diam... semuanya bercerita. (dubbing) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memang jago mengubah detail kecil menjadi besar! 💫
Perempuan Tidak Perlu Jadi Korban, Tapi Strategis
Bukan soal cemburu, melainkan soal posisi. Perempuan-perempuan di sini tidak pasif—mereka berbicara dengan sikap, tatapan, dan kalimat tajam seperti 'Aku yang utama'. (dubbing) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menghargai kecerdasan emosional perempuan. 👑
Latar Kaca & Cahaya: Drama yang Tak Bisa Dibohongi
Latar ruang mewah dengan kaca besar justru memperkuat ketegangan—tidak ada tempat bersembunyi dari pandangan publik. Setiap gerak terlihat jelas, seperti adegan ini: Kevin tersenyum, tetapi matanya tak berbohong. (dubbing) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar sangat visual! 🌆
Akhir yang Menggantung: Semua Ingin Jadi 'Yang Utama'
Kevin akhirnya memilih 'semuanya'? Bukan kelemahan, melainkan keberanian menghadapi kompleksitas cinta modern. Adegan kelompok di depan maket gedung itu metafora sempurna: mereka berdiri di atas fondasi yang belum selesai. (dubbing) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar membuat penasaran! 🔥
Kevin, Penguasa Emosi di Ruang Eksklusif
Dalam (dubbing) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar, Kevin menjadi magnet konflik—dua wanita berebut perhatian, satu lagi datang sebagai 'yang utama'. Ekspresi wajahnya yang tenang meski dikelilingi badai emosi? Masterclass akting! 🍊✨