Versi asli
(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar
Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
Rekomendasi untuk Anda





Maya vs Lina: Duel Emosi di Atas Kasur Zebra
Kamar dengan kasur zebra menjadi arena pertempuran diam-diam. Maya diam, Lina tersenyum, tetapi semuanya terbaca lewat ekspresi dan pesan WhatsApp. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar sangat memahami cara membuat penonton tegang tanpa dialog keras 🎯
Kevin, Sang Host yang Jago Main Peran
Dia bilang 'aku harus cepat beli rumah', tetapi ternyata sedang bermain game cinta berbasis poin. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berhasil mengubah drama romantis menjadi petualangan psikologis—dan Kevin adalah master of disguise 🕵️♂️
Kalau Cinta Diukur Pakai Sistem Game, Siapa yang Menang?
Poin cinta naik saat beli rumah? Bonus lipat dua? Ini bukan lagi drama—ini simulasi hidup ala metaverse. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menggoda kita untuk percaya: cinta bisa di-quest, di-level-up, dan di-reward 💎
Lina Tidak Marah—Dia Hanya Sedang Menghitung
Senyumnya tenang, tetapi matanya sudah membaca semuanya. Saat Kevin mengetik 'beli rumah', Lina diam—karena dia tahu ini hanya babak pertama. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengajarkan: wanita paling berbahaya adalah yang diam sambil scroll WhatsApp 📱✨
Sistem Poin Cinta yang Bikin Geleng-Geleng
Dari 'tinggal di tempat ini' hingga sistem poin cinta +10, (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar bermain di level meta. Kevin dan Lina bukan lagi soal rumah—tapi soal siapa yang paling jago berakting 😏