PreviousLater
Close

(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar Episode 51

like2.8Kchaase7.1K
Versi asliicon

(Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar

Kevin, seorang pria yang dikhianati mantan pacarnya tiba-tiba membangkitkan sistem misterius yang memberinya kekayaan berlipat ganda setiap kali ia menghabiskan uang untuk wanita. Dari nol, ia naik ke puncak dan terjebak dalam romansa dengan empat wanita berbeda.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Kak Hasan vs Kak Maya: Siapa yang Lebih 'Mewah'?

Kak Hasan dengan jas putihnya terlihat elegan, tapi dihina karena tidak paham musik klasik. Sementara Kak Maya, meski hanya memberi loli pop, justru bikin 'heart value' naik drastis. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar menunjukkan: nilai hadiah bukan di harga, tapi di niat. 💖

Latar Pesta yang Terlalu Indah untuk Drama Ini

Langit-langit berbintang, balon warna-warni, dekorasi mewah—tapi intinya cuma satu: siapa yang berani kasih hadiah 'nyeleneh'? (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar berhasil bikin kita tertawa sekaligus mikir: apakah kita juga pernah meremehkan kecilnya kebaikan? 🎈

Kak Maya: Sang Pahlawan Tak Terduga

Di tengah hujan hadiah mewah, dia datang dengan loli pop—dan justru jadi bintang. Bukan karena murah, tapi karena tulus. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar mengingatkan: kadang, yang paling berharga adalah yang tak diharapkan. Maya, kamu juara hari ini! 🏆

Adegan 'Jangan Bertele-tele' yang Bikin Tertawa Ngeri

Saat Kak Hasan mulai menjelaskan biola, semua diam... lalu Kak Maya bilang 'Cepat keluarkan, jangan bertele-tele'—klimaks komedi yang sempurna! (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar memadukan satire dan kehangatan dalam satu adegan. Netshort emang juara dalam timing! ⏱️

Biola vs Loli Pop: Pertarungan Hadiah yang Bikin Geleng Kepala

Dari biola kristal senilai 20 juta dolar sampai loli pop 4 ribu rupiah—ini bukan pertunjukan mewah, tapi teater sosial yang lucu dan menyindir. (Sulih suara) Makin Boros, Rezeki Malah Lancar benar-benar menggambarkan ironi kelas atas versus realita. Maya tersenyum kecil, sementara Kak Hasan terdiam... 😅