PreviousLater
Close

Sang Putri Peramal Episode 22

like2.0Kchaase1.6K

Sang Putri Peramal

Pada malam pernikahan Cahaya, mempelai prianya tiba di kamar pengantin dengan membawa pisau, berniat membunuhnya. Cahaya tetap tenang dan menyatakan bahwa suaminya tak akan membunuhnya karena dialah peramal terkemuka! Saksikan bagaimana ramalan Cahaya menjadi kenyataan
  • Instagram

Ulasan episode ini

Kostum sebagai Bahasa Tubuh

Gaun hitam-putih Sang Putri Peramal bukan sekadar estetika—garis emasnya mengikuti alur napasnya saat gugup. Sementara pria dalam jubah abu-abu? Lengan panjangnya menyembunyikan gerakan tangan yang terlalu sering memegang sesuatu... mungkin pisau? 🔍

Gerbang Kuil, Pintu Takdir

Adegan di gerbang 'Pelindung Rakyat' bukan latar belakang biasa—setiap batu dan ukiran naga mengisyaratkan konflik keluarga kerajaan. Sang Putri Peramal masuk dengan langkah mantap, tapi jemarinya gemetar memegang kain. Apa yang dia sembunyikan? 🏯

Bambu Bertuliskan Nasib

Tongkat bambu merah dengan tulisan 'Bencana Besar' dipegang Sang Putri Peramal—tapi senyumnya justru lebar. Ironi! Dia tahu takdir buruk, tapi memilih melangkah. Ini bukan tragedi, ini pemberontakan diam-diam. ✨

Permainan Dua Wanita, Satu Kuil

Sang Putri Peramal vs permaisuri berbusana emas—dua kekuatan, dua cara berkuasa. Yang satu diam, yang satu berbicara. Tapi lihatlah: saat sang permaisuri tersenyum, matanya tidak ikut. Di Sang Putri Peramal, semua emosi terbaca di ujung jari. 🎭

Ekspresi Mata yang Menghunjam

Di adegan pertama, tatapan Sang Putri Peramal saat menunduk—matanya berkilauan seperti air mata yang ditahan. Bukan kesedihan, tapi keputusan yang telah bulat. Pria di sampingnya? Gerakannya terlalu halus, justru itu yang membuat kita curiga. 🌫️