PreviousLater
Close

Sang Putri Peramal Episode 23

like2.0Kchaase1.6K

Sang Putri Peramal

Pada malam pernikahan Cahaya, mempelai prianya tiba di kamar pengantin dengan membawa pisau, berniat membunuhnya. Cahaya tetap tenang dan menyatakan bahwa suaminya tak akan membunuhnya karena dialah peramal terkemuka! Saksikan bagaimana ramalan Cahaya menjadi kenyataan
  • Instagram

Ulasan episode ini

Merah vs Hitam: Pertarungan Warna yang Menyakitkan

Gaun merahnya penuh harapan, gaun hitamnya penuh luka. Di antara mereka, Sang Putri Peramal berdiri seperti jembatan antara cinta dan dendam. Tapi siapa yang benar-benar mengerti hatinya? 💔

Siapa yang Memegang Tongkat Merah Itu?

Tongkat merah itu bukan alat sihir—itu janji yang belum ditepati. Ketika tangan Sang Putri Peramal gemetar memegangnya, kita tahu: ini bukan akhir, tapi awal dari pengorbanan besar. 🔥

Ekspresi Wajah yang Berbicara Lebih Keras dari Dialog

Tak perlu kata-kata: tatapan sang pria berbaju abu-abu saat melihat Sang Putri Peramal tersenyum palsu—itu sudah cukup untuk membuat kita merasa sesak. Drama tanpa suara, tapi penuh guncangan. 🎭

Kuil Besar & Janji yang Tak Terucap

Di depan Kuil Besar, semua karakter berdiri diam—tapi tubuh mereka berteriak. Sang Putri Peramal menatap ke arah yang salah, sementara masa lalu mengintai di balik tiap hiasan emas. Siapa yang akan berbohong hari ini? 🕊️

Rahasia di Balik Kalung Mutiara

Kalung mutiara Sang Putri Peramal bukan sekadar aksesori—setiap butir menyimpan kutukan keluarga. Saat ia memegang tongkat merah, mata semua orang berhenti berkedip. 🌸 Apa yang akan terjadi jika mutiara itu pecah?