Sang Putri Peramal
Pada malam pernikahan Cahaya, mempelai prianya tiba di kamar pengantin dengan membawa pisau, berniat membunuhnya. Cahaya tetap tenang dan menyatakan bahwa suaminya tak akan membunuhnya karena dialah peramal terkemuka! Saksikan bagaimana ramalan Cahaya menjadi kenyataan
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Si Hitam vs Sang Putri: Siapa yang Benar-Benar Takut?
Pelayan hitam berlutut dengan kepala tertunduk, namun matanya menyelinap—penuh pertanyaan, bukan rasa takut. Sang Putri Peramal tersenyum tipis, seolah mengetahui segalanya. Ketegangan bukan terletak pada suara, melainkan pada napas yang tertahan. 🔥
Masuknya Pangeran: Saat Drama Meledak!
Begitu Pangeran muncul, udara berubah. Sang Putri Peramal langsung berdiri—bukan karena hormat, melainkan karena ancaman baru telah datang. Ekspresi mereka saling tajam seperti pedang yang belum ditarik. Ini bukan pertemuan, melainkan duel diam-diam. ⚔️
Detail Emas & Mutiara yang Berbicara Lebih Keras dari Dialog
Jubah Sang Putri Peramal dipenuhi naga emas dan mutiara berlapis—simbol kekuasaan, namun juga beban. Setiap hiasan rambutnya bergetar saat ia menoleh. Di sini, busana bukan sekadar dekorasi, melainkan narasi yang berbisik: 'Aku tidak akan jatuh.' 💎
Cangkir Hijau Itu Akhirnya Jatuh… Dan Semua Berubah
Detik cangkir jatuh—bukan kecelakaan, melainkan keputusan. Sang Putri Peramal menatap Pangeran dengan pandangan yang mengatakan segalanya: 'Kau salah langkah.' Latar belakang biru redup, debu berterbangan, dan waktu seakan berhenti. Inilah momen klimaks yang tidak memerlukan dialog. 🌪️
Teh Beracun atau Cinta Tersembunyi?
Sang Putri Peramal duduk megah, tangannya memegang cangkir hijau—namun matanya tidak berkedip pada pelayan hitam yang berlutut. Detail jubah emasnya berkilau, tetapi ekspresi dinginnya lebih tajam daripada pisau. Apa yang terjadi ketika cangkir itu diletakkan? 🫖 #DramaKuno