Sang Putri Peramal
Pada malam pernikahan Cahaya, mempelai prianya tiba di kamar pengantin dengan membawa pisau, berniat membunuhnya. Cahaya tetap tenang dan menyatakan bahwa suaminya tak akan membunuhnya karena dialah peramal terkemuka! Saksikan bagaimana ramalan Cahaya menjadi kenyataan
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Tiga Wanita, Satu Malam yang Mengguncang Istana
Saat sang peramal jatuh di halaman malam, dua sahabatnya langsung berlari—bukan karena takut, tapi karena cinta yang tak bisa dibeli. Sang Putri Peramal mengajarkan: kekuatan sejati lahir dari ikatan yang tulus. 💫
Raja dengan Mahkota Emas, Tapi Jiwa yang Kosong
Dia berdiri tegak, pakaian mewah, tapi ekspresinya kosong seperti patung. Di Sang Putri Peramal, kekuasaan tanpa empati justru membuatnya terlihat lemah. Ironis, bukan? 😶🌫️
Detail Rambut & Anting yang Bercerita
Perhatikan anting-anting sang peramal—berbentuk bulan sabit, simbol nasib yang berubah. Di Sang Putri Peramal, bahkan aksesori pun jadi narasi. Kostum bukan sekadar indah, tapi berbicara. 🌙
Ketika Pedang Jatuh, Semua Berubah
Detik pedang terlepas dari genggaman—bukan akhir, tapi awal. Sang Putri Peramal mengingatkan: kelemahan bisa jadi kekuatan jika kita berani melepaskan senjata dan memilih kebenaran. 🕊️
Pedang di Tangan, Hati yang Patah
Adegan di dalam istana Sang Putri Peramal benar-benar bikin napas tertahan—pedang teracung, tatapan dingin, tapi matanya berkaca-kaca. Dia bukan pembunuh, dia korban yang akhirnya berani menentang. 🩸✨