PreviousLater
Close

Sang Putri Peramal Episode 70

like2.0Kchaase1.6K

Sang Putri Peramal

Pada malam pernikahan Cahaya, mempelai prianya tiba di kamar pengantin dengan membawa pisau, berniat membunuhnya. Cahaya tetap tenang dan menyatakan bahwa suaminya tak akan membunuhnya karena dialah peramal terkemuka! Saksikan bagaimana ramalan Cahaya menjadi kenyataan
  • Instagram

Ulasan episode ini

Mahkota Emas & Senyum yang Mengkhianati

Pria dalam jubah merah itu tersenyum lebar sambil menyaksikan sang putri terbakar—senyumnya dingin, licik, dan sangat mematikan. Mahkota emas di kepalanya bukan tanda kekuasaan, melainkan peringatan: kejahatan sering berpakaian megah. 🤭👑

Surat untuk Putri: Kisah yang Tak Terucap

Saat ia membuka amplop bertuliskan 'Surat untuk Putri', air mata mengalir diam-diam. Surat itu bukan sekadar kertas—ia adalah jejak masa lalu yang terlupakan, rahasia yang mengguncang identitasnya. Sang Putri Peramal akhirnya mengetahui siapa dirinya sebenarnya. ✉️

Dari Api ke Ranjang: Transformasi yang Memukau

Dari adegan dramatis di halaman istana yang penuh api, lalu beralih ke ruang sederhana dengan dinding retak dan ranjang kayu—kontras ini brilian. Sang Putri Peramal tidak lagi berada di atas panggung, melainkan di tengah kenyataan yang lebih menyakitkan: kehilangan suara, ingatan, dan identitas. 💔

Perempuan dalam Gaun Hijau: Pahlawan Tanpa Mahkota

Ia tidak memiliki pedang, tidak memiliki mantra, hanya kelembutan dan kesabaran. Perempuan dalam gaun hijau itu menjadi penopang utama Sang Putri Peramal ketika segalanya runtuh. Di balik setiap sentuhan tangannya, terdapat cinta yang tak pernah meminta balas—dan itulah kekuatan sejati. 🌿

Api yang Menyala di Hati Sang Putri Peramal

Adegan pembakaran gaun hitamnya begitu simbolis—api bukan hanya kehancuran, tetapi kelahiran kembali. Ekspresi wajahnya saat terjatuh di tengah nyala api? Murni, tragis, dan penuh keberanian. Sang Putri Peramal tidak mati; ia berubah. 🔥